By. Julianto Simanjuntak***
Seorang gadis belia dan cantik jelita datang konsultasi, Sebutlah namanya Erin. Dia berasal dari satu kota di Jawa. Erin seorang gadis yang jenius, hangat, dan terbuka. Enak rasanya ngobrol dengan dia.
Erin mulai percakapan dengan membagikan masalahnya, bahwa dia jatuh cinta dengan seorang teman wanitanya. Teman se kampus. Teman perempuannya ini lebih bergaya seorang “pria”.
Bersifat melindungi, enak diajak bicara, dan hangat. Mulanya hanya sahabat tapi kemudian Erin merasa “menyukai” temannya ini, sampai kemudian berhubungan intim. Meski awalnya dia punya rasa bersalah dan takut (berdosa), tapi kebutuhan Erin akan perhatian mengalahkan rasa takut itu.